02 Agustus 2006, setahun yang lalu...
Ketika itu, saya adalah seseorang yang rapuh. Yang merasakan bahwa hidup yang sedang dijalani adalah seburuk-buruknya hidup, yang merasakan bahwa teman yang dipunyai sama sekali tidak menyenangkan, yang merasakan bahwa takdir yang dipilih - dengan menjatuhkan pilihan untuk menghabiskan empat tahun di sebuah fakultas ilmu kemonitoran - adalah sebuah kesalahan. Yah, ketika itu saya adalah gadis pemarah dan tidak bersyukur tapi tetap berusaha memakai topeng kebahagiaan dengan menjalani rutinitas sehari-hari, berkata setiap hari pada diri sendiri untuk tetap kuat. Sampai pada akhirnya, semua hal yang dikerjakan menjadi tidak terarah. Kacau, munafik, linglung hingga menyalahkan orang lain. Amanah menjadi terbengkalai, teman-teman yang seharusnya dipimpin menjadi diabaikan, sampai-sampai hak-hak diri dicampur menjadi satu dengan hawa nafsu. Antara jiwa yang lelah dengan ingin mencari pembenaran untuk dapat berhenti berjuang di jalan-Nya. Benar-benar seseorang yang kurus kering kerontang...
Sampai suatu ketika, saya yang pesakitan itu, melihat sebuah titik kecil cahaya. Peri cantik yang setia menemani sepanjang hari, menyampaikan undangan kasih sayang dari sang Rabb untuk berkunjung ke rumah-Nya. Sempat gamang memang, tapi saya lalu meyakinkan diri bahwa mungkin saja “undangan” tersebut adalah momentum besar untuk perbaikan diri saya. Berbulan-bulan, saya berusaha mempersiapkan hati dan pikiran agar benar-benar “layak” menjadi tamu-Nya. Tidaklah mulus memang, karena terkadang keikhlasan enggan bersarang lama di hati. Jatuh-bangun-jatuh masih sering dialami sampai pada hari keberangkatan. Dan ternyata, Allah sangat sayang pada saya. Ia masih mengijinkan saya untuk “benar-benar” mengunjungi rumah-Nya, melihat sejuk rumah-Nya, mengorbit di halaman rumah-Nya, dan mengecap indah ibadah di rumah-Nya. Sampai-sampai tidak habis pikir, mengapa saya yang dipilih untuk berada di sana? Mengapa tidak teman saya A? Padahal dia adalah teladan yang baik dan orangnya ikhlas? Mengapa? Dan saya kembali menyakinkan diri, mungkin Allah ingin sekali menolong saya, mengangkat saya ke atas, setidaknya lima cm dari jurang yang dalam.
Sekembalinya dari tanah suci, saya membawa pulang harapan yang besar akan kemabruran ibadah yang saya lakukan. Akan mukjizat dari-Nya agar Ia berkenan menghapuskan segala penyakit yang pernah hinggap di hati. Namun, ternyata tidaklah semulus yang saya kira. Padahal, saya berharap, sekembalinya dari sana, saya bisa menjadi semurni bayi yang baru lahir, sebaik malaikat-malaikat di bumi. Ya, saya kembali sakit. Kembali merasa-rasa dan berpikir-pikir yang negatif. Namun, tidak berlangsung lama. Berkat ibu, saya kembali berpikir, bahwa sebenarnya hakikat kemabruran adalah pada diri sendiri. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, hingga kaum tersebut berupaya untuk merubah keadaannya sendiri. Kemabruran selayaknya akhlak. Ia adalah buah keimanan yang merupakan hasil internalisasi akan nilai-nilai ibadah. Tentu saja, kemabruran tidak murni dari usaha kita. Ridho-Nya tetaplah yang memegang peranan penting terhadap kemabruran ibadah kita. Oleh karena itu, saya menjadi semakin yakin bahwa yang dibutuhkan untuk mencapai ridho-Nya bukanlah amalan bombastis namun hanya sekali dilakukan melainkan amalan berkesinambungan yang lebih sulit dijaga konsistensinya dan lebih menghendaki kontrol diri sendiri untuk melakukannya. Sejak saat itulah, saya kembali bersemangat dan tak lelah menyemangati diri sendiri.
Hingga sekarang, alhamdulillah, saya telah merasakan buah karunia-Nya. Buah manis dari perjuangan maju-mundur yang saya lakukan untuk tetap bersemangat. Nilai saya semester lalu membaik, saya menjadi memiliki cita-cita yang berhubungan dengan ilmu yang saya tekuni, ho3x saya ingin jadi Web Programmer! dan saya harus bisa!, saya bersemangat mengisi hari-hari saya dengan banyak hal, belajar hal yang belum diajarkan di kampus, mengajari adik-adik saya ilmu yang saya bisa dengan memberikan privat, bekerja sama dengan teman membentuk sebuah usaha bimbingan belajar privat IT untuk ekspatriat (mohon doanya! Kalo mau tau klik aja di www.mcotutors.com, tapi masih under construction ^^), membuka usaha rental buku dan juga mengikuti setiap hal yang sudah menjadi kewajiban dengan senang. Dan, di tanggal 02 Agustus 2007 ini, saya bangga mengatakan bahwa saya bahagia akan hal-hal yang saya miliki dan pernah saya alami dalam hidup. Dan, saya berani mengatakan bahwa saya telah kembali menyayangi diri saya sendiri dan berlaku baik terhadapnya seperti seharusnya. Namun, perjuangan ini belum berakhir. Dan semoga di tanggal 02 Agustus tahun-tahun berikutnya saya dapat menuliskan sebuah kisah refleksi yang lebih baik daripada ini.



5 comments:
assalamu'alaikum leni..
met milad ya..
semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupan kita..
dilihat sekilas, leni sekarang lebih dewasa dan terasa lebih enjoy menikmati hidup..
www.ilmanakbar.com
Assalamu'alaikum
Sebuah refleksi yang tidak hanya bisa bernilai bagi diri pribadi, namun sungguh sangat berguna bagi yang lainnya. Saya teringat akan sebuah kata/bacaan yang mungkin sangat sederhana "ketika ada seorang pemuda menyatakan , sangat berat untuk hidup ini pada seorang kakek. Maka sang kakek mengatakan coba kamu ambil segelas air putih dan campurkan dengan sesendok garam dan coba lah untuk mencicipinya, sang pemuda pun mencicipinya sungguh terasa sangat asin. Kemudian sang kakek menyuruh kembali si pemuda untuk mencampurkan sesendok garam dengan sebuah danau yang membentang di depannya, dan cobalah untuk mencicipinya kembali. Sungguh rasa asin itu akan terasa jauh lebih tawar bila dibadingkan dengan sebelumnya satu gelas tadi". Wah jadi kepanjangan ni, maaf ya cuma ingin sharing aja, oiya satu lagi Met Milad ya len, walaupun telat sehari gak pa2 ya? Wassalam
Assalamua'alaikum.
Salam kenal ya
Aku mau coba2 bisnis rental buku ni.. Ukhti punya saran ga di ana. Hub ana di : ilasyegaf@yahoo.com
www.friendster.com/ilasyegaf
Jazakillah ya..
Wass wr wb.
wuiihhh... postingan yg menarik. trus perbaiki diri menjadi lebih baik. ayo berfastabiqul khirat!!
oiya... sukses buat Mco nya ya...
bner2 keren tuh idenya.
met Milad ya Len.. maaf aku terlambat.. beberapa hari ini hilang kontak dengan internet :(
semoga tetap isiqomah di jalan-Nya, semoga semakin sayang dan semakin disayang oleh-Nya, dan tetap semangat dengan aktifitas yg lumayan padat itu..
btw mau dong privat ma Leni :)
Post a Comment